Jumat, 06 Mei 2011

Pengertian Pembangunan

Pengertian Pembangunan

TEORI DAN INDIKATOR PEMBANGUNAN
Konsepsi pembangunan sesungguhnya tidak perlu dihubung­kan dengan aspek-aspek spasial. Pembangunan yang sering dirumuskan melalui kebijakan ekonomi dalam banyak hal membuktikan keberhasilan. Hal ini antara lain dapat dilukiskan di negara-negara Singapura, Hongkong, Australia, dan negara­-negara maju lain. Kebijakan ekonomi di negara-negara tersebut umumnya dirumuskan secara konsepsional dengan melibatkan pertimbangan dari aspek sosial lingkungan serta didukung mekanisme politik yang bertanggung jawab sehingga setiap kebijakan ekonomi dapat diuraikan kembali secara transparan, adil dan memenuhi kaidah-kaidah perencanaan. Dalam aspek sosial, bukan saja aspirasi masyarakat ikut dipertimbangkan tetapi juga keberadaan lembaga-lembaga sosial (social capital) juga ikut dipelihara bahkan fungsinya ditingkatkan. Sementara dalam aspek lingkungan, aspek fungsi kelestarian natural capital juga sangat diperhatikan demi kepentingan umat manusia. Dari semua itu, yang terpenting pengambilan keputusan juga berjalan sangat bersih dari beragam perilaku lobi yang bernuansa kekurangan (moral hazard) yang dipenuhi kepentingan tertentu (vested interest) dari keuntungan semata (rent seeking). Demikianlah, hasil-­hasil pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat secara adil melintasi (menembus) batas ruang (inter-region) dan waktu (inter-generation). Implikasinya kajian aspek spasial menjadi kurang relevan dalam keadaan empirik yang telah dilukiskan di atas (Nugroho dan Rochmin Dahuri, 2004).
Namun demikian, konsepsi pembangunan yang dikemukakan di atas sejalan dengan kajian terhadapnya maupun implementasi diberbagai negara dan wilayah lain, dikemukakan berbagai kelemahan. Kelemahan tersebut muncul seiring ditemukannya fenomena yang khas, antara lain kesenjangan, kemiskinan, pengelolaan public good yang tidak tepat, lemahnya mekanisme kelembagaan dan sistem politik yang kurang berkeadilan. kelemahan-kelemahan itulah yang menjadi penyebab hambatan terhadap gerakan maupun aliran penduduk, barang dan jasa, prestasi, dan keuntungan (benefit) dan kerugian (cost) di dalamnya. Seluruh sumberdaya ekonomi dan non-ekonomi menjadi terdistorsi alirannya sehingga divergence menjadi makin parah. Akibatnya, hasil pembangunan menjadi mudah diketemukan antar wilayah, sektor, kelompok masyarakat, maupun pelaku ekonomi. implisit, juga terjadi dichotomy antar waktu dicerminkan oleh ketidakpercayaan terhadap sumberdaya saat ini karena penuh dengan berbagai resiko (high inter temporal opportunity cost). Keadaan ini bukan saja jauh dari nilai-nilai moral tapi juga cerminan dari kehancuran (in sustainability). Ikut main di dalam permasalahan di atas adalah mekanisme pasar yang beroperasi tanpa batas. Perilaku ini tidak mampu dihambat karena beroperasi sangat massif, terus-menerus, dan dapat dite­rima oleh logika ekonomi disamping didukung oleh kebanyakan kebijakan ekonomi secara sistematis.
Kecendrungan globalisasi dan regionalisasi membawa sekaligus tantangan dan peluang baru bagi proses pembangunan di Indonesia. Dalam era seperti ini, kondisi persaingan antar pelaku ekonomi (badan usaha dan/atau negara) akan semakin tajam. Dalam kondisi persaingan yang sangat tajam ini, tiap pelaku ekonomi (tanpa kecuali) dituntut menerapkan dan mengimplementasikan secara efisien dan efektif strategi bersaing yang tepat (Kuncoro, 2004). Dalam konteksi inilah diperlukan ”strategi berperang” modern untuk memenangkan persaingan dalam lingkungan hiperkompetitif diperlukan tiga hal (D’Aveni, 1995), pertama, visi terhadap perubahan dan gangguan. Kedua, kapabilitas, dengan mempertahankan dan mengembangkan kapasitas yang fleksibel dan cepat merespon setiap perubahan. Ketiga, taktik yang mempengaruhi arah dan gerakan pesaing.  
A. Pengertian Pembangunan
Teori pembangunan dalam ilmu sosial dapat dibagi ke dalam dua paradigma besar, modernisasi dan ketergantungan (Lewwellen 1995, Larrin 1994, Kiely 1995 dalam Tikson, 2005). Paradigma modernisasi mencakup teori-teori makro tentang pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial dan teori-teori mikro tentang nilai-nilai individu yang menunjang proses perubahan. Paradigma ketergantungan mencakup teori-teori keterbelakangan (under-development) ketergantungan (dependent development) dan sistem dunia (world system theory) sesuai dengan klassifikasi Larrain (1994). Sedangkan Tikson (2005) membaginya kedalam tiga klassifikasi teori pembangunan, yaitu modernisasi, keterbelakangan dan ketergantungan. Dari berbagai paradigma tersebut itulah kemudian muncul berbagai versi tentang pengertian pembangunan.
 Pengertian pembangunan mungkin menjadi hal yang paling menarik untuk diperdebatkan. Mungkin saja tidak ada satu disiplin ilmu yang paling tepat mengartikan kata pembangunan. Sejauh ini serangkaian pemikiran tentang pembangunan telah ber­kembang, mulai dari perspektif sosiologi klasik (Durkheim, Weber, dan Marx), pandangan Marxis, modernisasi oleh Rostow, strukturalisme bersama modernisasi memperkaya ulasan pen­dahuluan pembangunan sosial, hingga pembangunan berkelan­jutan. Namun, ada tema-tema pokok yang menjadi pesan di dalamnya. Dalam hal ini, pembangunan dapat diartikan sebagai `suatu upaya terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara sah kepada setiap warga negara untuk me­menuhi dan mencapai aspirasinya yang paling manusiawi (Nugroho dan Rochmin Dahuri, 2004). Tema pertama adalah koordinasi, yang berimplikasi pada perlunya suatu kegiatan perencanaan seperti yang telah dibahas sebelumnya. Tema kedua adalah terciptanya alternatif yang lebih banyak secara sah. Hal ini dapat diartikan bahwa pembangunan hendaknya berorientasi kepada keberagaman dalam seluruh aspek kehi­dupan. Ada pun mekanismenya menuntut kepada terciptanya kelembagaan dan hukum yang terpercaya yang mampu berperan secara efisien, transparan, dan adil. Tema ketiga mencapai aspirasi yang paling manusiawi, yang berarti pembangunan harus berorientasi kepada pemecahan masalah dan pembinaan nilai-nilai moral dan etika umat.
Mengenai pengertian pembangunan, para ahli memberikan definisi yang bermacam-macam seperti halnya peren­canaan. Istilah pembangunan bisa saja diartikan berbeda oleh satu orang dengan orang lain, daerah yang satu dengan daerah lainnya, Negara satu dengan Negara lain.  Namun secara umum ada suatu kesepakatan bahwa pemba­ngunan merupakan proses untuk melakukan perubahan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).
Siagian (1994) memberikan pengertian tentang pembangunan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan per­ubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa (nation building)”. Sedangkan Ginanjar Kartasas­mita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu sebagai “suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana”.
Pada awal pemikiran tentang pembangunan sering ditemukan adanya pemikiran yang mengidentikan pembangunan dengan perkembangan, pembangunan dengan modernisasi dan industrialisasi, bahkan pembangunan dengan westernisasi. Seluruh pemikiran ter­sebut didasarkan pada aspek perubahan, di mana pembangunan, perkembangan, dan modernisasi serta industrialisasi, secara kese­luruhan mengandung unsur perubahan. Namun begitu, keempat hal tersebut mempunyai perbedaan yang cukup prinsipil, karena masing-masing mempunyai latar belakang, azas dan hakikat yang berbeda serta prinsip kontinuitas yang berbeda pula, meskipun semuanya merupakan bentuk yang merefleksikan perubahan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).
Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh system sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya (Alexander 1994). Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Menurut Deddy T. Tikson (2005) bahwa pembangunan nasional dapat pula diartikan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah yang diinginkan. Transformasi dalam struktur ekonomi, misalnya, dapat dilihat melalui peningkatan atau pertumbuhan produksi yang cepat di sektor industri dan jasa, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan nasional semakin besar. Sebaliknya, kontribusi sektor pertanian akan menjadi semakin kecil dan berbanding terbalik dengan pertumbuhan industrialisasi dan modernisasi ekonomi. Transformasi sosial dapat dilihat melalui pendistribusian kemakmuran melalui pemerataan memperoleh akses terhadap sumber daya sosial-ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, air bersih,fasilitas rekreasi, dan partisipasi dalam proses pembuatan keputusan politik. Sedangkan transformasi budaya sering dikaitkan,  antara lain, dengan bangkitnya semangat kebangsaan dan nasionalisme, disamping adanya perubahan nilai dan norma yang dianut masyarakat, seperti perubahan dan spiritualisme ke materialisme/sekularisme. Pergeseran dari penilaian yang tinggi kepada penguasaan materi, dari kelembagaan tradisional menjadi organisasi modern dan rasional.
Dengan demikian, proses pembangunan terjadi di semua aspek kehidupan masyarakat, ekonomi, sosial, budaya, politik, yang berlangsung pada level makro (nasional) dan mikro (commuinity/group). Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan dan diversifikasi.
Sebagaimana dikemukakan oleh para para ahli di atas, pembangunan adalah sumua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pem­bangunan (Riyadi dan Deddy Supriyadi Bratakusumah, 2005).
Dengan semakin meningkatnya kompleksitas kehidupan ma­syarakat yang menyangkut berbagai aspek, pemikiran tentang modernisasi pun tidak lagi hanya mencakup bidang ekonomi dan industri, melainkan telah merambah ke seluruh aspek yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, moderni­sasi diartikan sebagai proses trasformasi dan perubahan dalam masya­rakat yang meliputi segala aspeknya, baik ekonomi, industri, sosial, budaya, dan sebagainya.
Oleh karena dalam proses modernisasi itu terjadi suatu proses perubahan yang mengarah pada perbaikan, para ahli manajemen pembangunan menganggapnya sebagai suatu proses pembangunan di mana terjadi proses perubahan dari kehidupan tradisional menjadi modern, yang pada awal mulanya ditandai dengan adanya penggunaan alat-alat modern, menggantikan alat-alat yang tradisio­nal.
Selanjutnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk ilmu-ilmu sosial, para Ahli manajemen pembangunan terus berupaya untuk menggali konsep-konsep pembangunan se­cara ilmiah. Secara sederhana pembangunan sering diartikan seba­gai suatu upaya untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Karena perubahan yang dimaksud adalah menuju arah peningkat­an dari keadaan semula, tidak jarang pula ada yang mengasumsi­kan bahwa pembangunan adalah juga pertumbuhan. Seiring de­ngan perkembangannya hingga saat ini belum ditemukan adanya suatu kesepakatan yang dapat menolak asumsi tersebut. Akan tetapi untuk dapat membedakan keduanya tanpa harus memisah­kan secara tegas batasannya, Siagian (1983) dalam bukunya Admi­nistrasi Pembangunan mengemukakan, “Pembangunan sebagai suatu perubahan, mewujudkan suatu kondisi kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang lebih baik dari kondisi sekarang, sedangkan pembangunan sebagai suatu pertumbuhan menunjukkan kemam­puan suatu kelompok untuk terus berkembang, baik secara kuali­tatif maupun kuantitatif dan merupakan sesuatu yang mutlak ha­rus terjadi dalam pembangunan.”
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada dasarnya pembangunan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan, dalam arti bahwa pembangunan dapat menyebabkan terjadinya pertumbuhan dan pertumbuhan akan terjadi sebagai akibat adanya pembangun­an. Dalam hal ini pertumbuhan dapat berupa pengembangan/per­luasan (expansion) atau peningkatan (improvement) dari aktivitas yang dilakukan oleh suatu komunitas masyarakat.
B.      Evolusi dan Pergeseran Makna Pembangunan
Secara tradisional pembangunan memiliki arti peningkatan yang terus menerus pada Gross Domestic Product atau Produk Domestik Bruto suatu negara. Untuk daerah, makna pembangunan yang tradisional difokuskan pada peningkatan ­Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) suatu provinsi, kabupaten, atau kota (Kuncoro, 2004).
Namun, muncul kemudian sebuah alternatif definisi pembangunan ekonomi menekankan pada peningkatan income per capita (pendapatan per kapita). Definisi ini menekankan pada kemampuan suatu negara untuk meningkatkan output yang dapat melebihi pertumbuhan penduduk. Definisi pembangunan tradisional sering dikaitkan dengan sebuah strategi mengubah struktur suatu negara atau sering kita kenal dengan industrialisasi. Kontribusi mulai digantikan dengan kontribusi industri. Definisi yang cenderung melihat segi kuantitatif pembangunan ini dipandang perlu menengok indikator-indikator sosial yang ada (Kuncoro, 2004).
Paradigma pembangunan modern memandang suatu pola yang berbeda dengan pembangunan ekonomi tradisional. Pertanyaan beranjak dari benarkah semua indikator ekonomi memberikan gambaran kemakmuran. Beberapa ekonom modern mulai mengedepankan dethronement of GNP (penurunan tahta pertumbuhan ekonomi), pengentasan garis kemiskinan, pengangguran, distribusi pendapatan yang semakin timpang, dan penurunan tingkat pengangguran yang ada. Teriakan para ekonom ini membawa perubahan dalam paradigma pembangunan menyoroti bahwa pembangunan harus dilihat sebagai suatu proses yang multidimensional (Kuncoro, ­2003). Beberapa ahli menganjurkan bahwa pembangunan suatu daerah haruslah mencakup tiga inti nilai (Kuncoro, 2000; Todaro, 2000):
1.    Ketahanan (Sustenance): kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok (pangan, papan, kesehatan, dan proteksi) untuk mempertahankan hidup.
2.    Harga diri (Self Esteem): pembangunan haruslah memanusiakan orang. Dalam arti luas pembangunan suatu daerah haruslah meningkatkan kebanggaan sebagai manusia yang berada di daerah itu.
3.    Freedom from servitude: kebebasan bagi setiap individu suatu negara untuk berpikir, berkembang, berperilaku, dan berusaha untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Selanjutnya, dari evolusi makna pembangunan tersebut mengakibatkan terjadinya pergeseran makna pembangunan. Menurut Kuncoro (2004), pada akhir dasawarsa 1960-an, banyak negara berkembang mulai menyadari bahwa “pertumbuhan ekonomi” (economic growth) tidak identik dengan “pembangunan ekonomi” (economic development). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, setidaknya melampaui negara-negara maju pada tahap awal pembangunan mereka, memang dapat dicapai namun dibarengi dengan masalah-masalah seperti pengangguran, kemiskinan di pedesaan, distribusi pendapatan yang timpang, dan ketidakseimbangan struktural (Sjahrir, 1986). Ini pula agaknya yang memperkuat keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan syarat yang diperlukan (necessary) tetapi tidak mencukupi (sufficient) bagi proses pembangunan (Esmara, 1986, Meier, 1989 dalam Kuncoro, 2004). Pertumbuhan ekonomi hanya mencatat peningkatan produksi barang dan jasa secara nasional, sedang pembangunan berdimensi lebih luas dari sekedar peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Inilah yang menandai dimulainya masa pengkajian ulang tentang arti pembangunan. Myrdal (1968 dalam Kuncoro, 2004), misalnya mengartikan pembangunan sebagai pergerakan ke atas dari seluruh sistem sosial. Ada pula yang menekankan pentingnya pertumbuhan dengan perubahan (growth with change), terutama perubahan nilai-nilai dan kelembagaan. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi tidak lagi memuja GNP sebagai sasaran pembangun­an, namun lebih memusatkan perhatian pada kualitas dari proses pembangunan.
Dalam praktik pembangunan di banyak negara, setidaknya pada tahap awal pembangunan umumnya berfokus pada peningkatan produksi. Meskipun banyak varian pemikiran, pada dasarnya kata kunci dalam pembangunan adalah pembentukan modal. Oleh karena itu, strategi pembangunan yang dianggap paling sesuai adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan mengundang modal asing dan melakukan industrialisasi. Peranan sumber daya manusia (SDM) dalam strategi semacam ini hanyalah sebagai “instrumen” atau salah satu “faktor produksi” saja. Manusia ditempatkan sebagai posisi instrumen dan bukan merupakan subyek dari pembangunan. Titik berat pada nilai produksi dan produktivitas telah mereduksi manusia sebagai penghambat maksimisasi kepuasan maupun maksimisasi keuntungan.
Konsekuensinya, peningkatan kualitas SDM diarahkan dalam rangka peningkatan produksi. Inilah yang disebut sebagai pengembangan SDM dalam kerangka production centered development ­(Tjokrowinoto, 1996). Bisa dipahami apabila topik pembicaraan dalam perspektif paradigma pembangunan yang semacam itu terbatas pada masalah pendidikan, peningkatan ketrampilan, kesehatan, link and match, dan sebagainya. Kualitas manusia yang meningkat merupakan prasyarat utama dalam proses produksi dan memenuhi tuntutan masyarakat industrial. Alternatif lain dalam strategi pembangunan manusia adalah apa yang disebut sebagai people-centered development atau panting people first (Korten, 1981 dalam Kuncoro, 2004). Artinya, manusia (rakyat) merupakan tujuan utama dari pem­bangunan, dan kehendak serta kapasitas manusia merupakan sumber daya yang paling penting Dimensi pembangunan yang semacam ini jelas lebih luas daripada sekedar membentuk manusia profesional dan trampil sehingga bermanfaat dalam proses produksi. Penempatan manusia sebagai ­subyek pembangunan menekankan pada pentingnya pemberdayaan (empowerment) manusia, yaitu kemampuan manusia untuk mengaktualisasikan segala potensinya.
 Sejarah mencatat munculnya paradigma baru dalam pembangunan seperti pertumbuhan dengan distribusi, kebutuhan pokok (basic needs) pembangunan mandiri (self-reliant development), pembangunan berkelanjutan dengan perhatian ­terhadap alam (ecodevelopment), pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan ­menurut etnis (ethnodevelomment) (Kuncoro, 2003). paradigma ini secara ringkas dapat ­dirangkum sebagai berikut:
1.        Para proponen strategi “pertumbuhan dengan distribusi”, atau “redistribusi dari per­tumbuhan”, pada hakekatnya menganjurkan agar tidak hanya memusatkan perhatian ­pada pertumbuhan ekonomi (memperbesar “kue” pembangunan) namun juga mempertimbangkan bagaimana distribusi “kue” pembangunan tersebut. lni bisa diwujudkan dengan kombinasi strategi seperti peningkatan kesempatan kerja, investasi modal manusia, perhatian pada petani kecil, sektor informal dan pengusaha ekonomi lemah.
2.        Strategi pemenuhan kebutuhan pokok dengan demikian telah mencoba memasukkan semacam “jaminan” agar setiap kelompok sosial yang paling lemah mendapat manfaat dari setiap program pembangunan.
3.        Pembangunan “mandiri” telah muncul sebagai kunsep strategis dalam forum internasional sebelum kunsep “Tata Ekonomi Dunia Baru” (NIEO) lahir dan menawarkan anjuran kerja sama yang menarik dibanding menarik diri dari percaturan global.
4.        Pentingnya strategi ecodevelopment, yang intinya mengatakan bahwa masyarakat dan ekosistem di suatu daerah harus berkembang bersama-sama menuju produktivitas dan pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi; namun yang paling utama adalah, strategi pembangunan ini harus berkelanjutan baik dari sisi ekologi maupun sosial.
5.        Sejauh ini baru Malaysia yang secara terbuka memasukkan konsep ecodevelopment dalam formulasi Kebijaksanaan Ekonomi Baru-nya (NEP). NEP dirancang dan digunakan untuk menjamin agar buah pembangunan dapat dirasakan kepada semua warga negara secara adil, baik ia dari komunitas Cina, India, dan masyarakat pribumi Malaysia (Faaland, Parkinson, & Saniman, 1990 dalam Kuncoro, 2004).
C.      Indikator Pengukuran Keberhasilan Pembangunan
Penggunaan indicator dan variable pembangunan bisa berbeda untuk setiap Negara. Di Negara-negara yang masih miskin, ukuran kemajuan dan pembangunan mungkin masih sekitar kebutuhan-kebutuhan dasar seperti listrik masuk desa, layanan kesehatan pedesaan, dan harga makanan pokok yang rendah. Sebaliknya, di Negara-negsara yang telah dapat memenuhi kebutuhan tersebut, indicator pembangunan akan bergeser kepada factor-faktor   sekunder dan tersier (Tikson, 2005).
Sejumlah indicator ekonomi yang dapat digunakan oleh lembaga-lembaga internasional antara lain pendapatan perkapita (GNP atau PDB), struktur perekonomin, urbanisasi, dan jumlah tabungan. Disamping itu terdapat pula dua indicator lainnya yang menunjukkan kemajuan pembangunan sosial ekonomi suatu bangsa atau daerah yaitu Indeks Kualitas Hidup (IKH atau PQLI) dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Berikut ini, akan disajikan ringkasan Deddy T. Tikson (2005) terhadap kelima indicator tersebut :
1.       Pendapatan perkapita
Pendapatan per kapita, baik dalam ukuran GNP maupun PDB merupakan salah satu indikaor makro-ekonomi yang telah lama digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif makroekonomi, indikator ini merupakan bagian kesejahteraan manusia yang dapat diukur, sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Tampaknya pendapatan per kapita telah menjadi indikator makroekonomi yang tidak bisa diabaikan, walaupun memiliki beberapa kelemahan. Sehingga pertumbuhan pendapatan nasional, selama ini, telah dijadikan tujuan pembangunan di negara-negara dunia ketiga. Seolah-olah ada asumsi bahwa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara otomatis ditunjukkan oleh adanya peningkatan pendapatan nasional (pertumbuhan ekonomi). Walaupun demikian, beberapa ahli menganggap penggunaan indikator ini mengabaikan pola distribusi pendapatan nasional. Indikator ini tidak mengukur distribusi pendapatan dan pemerataan kesejahteraan, termasuk pemerataan akses terhadap sumber daya ekonomi.
2.       Struktur ekonomi
Telah menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan per kapita akan mencerminkan transformasi struktural dalam bidang ekonomi dan kelas-kelas sosial. Dengan adanya perkembangan ekonomi dan peningkatan per kapita, konstribusi sektor manupaktur/industri dan jasa terhadap pendapatan nasional akan meningkat terus. Perkembangan sektor industri dan perbaikan tingkat upah akan meningkatkan permintaan atas barang-barang industri, yang akan diikuti oleh perkembangan investasi dan perluasan tenaga kerja. Di lain pihak , kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan nasional akan semakin menurun.
3.       Urbanisasi
Urbanisasi dapat diartikan sebagai meningkatnya proporsi penduduk yang bermukim di wilayah perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Urbanisasi dikatakan tidak terjadi apabila pertumbuhan penduduk di wilayah urban sama dengan nol. Sesuai dengan pengalaman industrialisasi di negara-negara eropa Barat dan Amerika Utara, proporsi penduduk di wilayah urban berbanding lurus dengn proporsi industrialisasi. Ini berarti bahwa kecepatan urbanisasi akan semakin tinggi sesuai dengan cepatnya proses industrialisasi. Di Negara-negara industri, sebagain besar penduduk tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di Negara-negara yang sedang berkembang proporsi terbesar tinggal di wilayah pedesaan. Berdasarkan fenomena ini, urbanisasi digunakan sebagai salah satu indicator pembangunan.
4.       Angka Tabungan
Perkembangan sector manufaktur/industri selama tahap industrialisasi memerlukan investasi dan modal. Finansial capital merupakan factor utama dalam proses industrialisasi dalam sebuah masyarakat, sebagaimana terjadi di Inggeris pada umumnya Eropa pada awal pertumbuhan kapitalisme yang disusul oleh revolusi industri. Dalam masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi, modal usaha ini dapat dihimpun melalui tabungan, baik swasta maupun pemerintah.
5.       Indeks Kualitas Hidup
IKH atau Physical Qualty of life Index (PQLI) digunakan untuk mengukur kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Indeks ini dibuat indicator makroekonomi tidak dapat memberikan gambaran tentang kesejahteraan masyarakat dalam mengukur keberhasilan ekonomi. Misalnya, pendapatan nasional sebuah bangsa dapat tumbuh terus, tetapi tanpa diikuti oleh peningkatan kesejahteraan sosial. Indeks ini dihitung berdasarkan kepada (1) angka rata-rata harapan hidup pada umur satu tahun, (2) angka kematian bayi, dan (3) angka melek huruf. Dalam indeks ini, angka rata-rata harapan hidup dan kematian b yi akan dapat menggambarkan status gizi anak dan ibu, derajat kesehatan, dan lingkungan keluarga yang langsung beasosiasi dengan kesejahteraan keluarga. Pendidikan yang diukur dengan angka melek huruf, dapat menggambarkan jumlah orang yang memperoleh akses pendidikan sebagai hasil pembangunan. Variabel ini menggambarkan kesejahteraan masyarakat, karena tingginya status ekonomi keluarga akan mempengaruhi status pendidikan para anggotanya. Oleh para pembuatnya, indeks ini dianggap sebagai yang paling baik untuk mengukur kualitas manusia sebagai hasil dari pembangunan, disamping pendapatan per kapita sebagai ukuran kuantitas manusia.
6.        Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index)
The United Nations Development Program (UNDP) telah membuat indicator pembangunan yang lain, sebagai tambahan untuk beberapa indicator yang telah ada. Ide dasar yang melandasi dibuatnya indeks ini adalah pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Menurut UNDP, pembangunan hendaknya ditujukan kepada pengembangan sumberdaya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan m ngembangkan pilihan-pilihan yang dapat dilakukan oleh manusia. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa peningkatan kualitas sumberdaya manusia akan diikuti oleh terbukanya berbagai pilihan dan peluang menentukan jalan hidup manusia secara bebas.
Pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai factor penting dalam kehidupan manusia, tetapi tidak secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan martabat dan harkat manusia. Dalam hubungan ini, ada tiga komponen yang dianggap paling menentukan dalam pembangunan, umur panjang dan sehat, perolehan dan pengembangan pengetahuan, dan peningkatan terhadap akses untuk kehidupan yang lebih baik. Indeks ini dibuat dengagn mengkombinasikan tiga komponen, (1) rata-rata harapan hidup pada saat lahir, (2) rata-rata pencapaian pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMU, (3) pendapatan per kapita yang dihitung berdasarkan Purchasing Power Parity. Pengembangan manusia berkaitan erat dengan peningkatan kapabilitas manusia yang dapat dirangkum dalam peningkatan knowledge, attitude dan skills, disamping derajat kesehatan seluruh anggota keluarga dan lingkungannya.


Kamis, 05 Mei 2011

ESTABILIDADE NUDAR DALAN BA DESENVOLVIMENTO

ARTIGOS ESCOLHIDOS POR EDITORES FORUM-HAKSESUK, HOJE Segunda-feira, 3 de Agosto de 2009

 

Por Dionísio Babo-Soares - Sekretário Geral Partido CNRT

INTRODUSAUN

Termu desenvolvimento, tuir istoria, nudar termu commum nebe sociedade sira associa ho progresso. Desenvolvimento iha konotasaun positivo tanba relaciona ho esforso ka processo atu “hakat hosi buat ne’ebe seidauk desenvolvido ba desenvolvimento atu sai desenvolvido”. Maski nune, termu desenvolvimento la hetan fatin-metin iha vida-sosial povu ho nasaun barak, antes da revolusaun industrial iha Inglaterra mossu iha sékulo 18 ho 19 liu ba. Tuir encyclopedia:

The Industrial Revolution was a period in the late 18th and early 19th centuries when major changes in agriculture, manufacturing, mining, and transportation had a profound effect on the socioeconomic and cultural conditions in Britain. The changes subsequently spread throughout Europe, North America, and eventually the world. The onset of the Industrial Revolution marked a major turning point in human society; almost every aspect of daily life was eventually influenced in some way. [1]

Altura ne’e nasaun sira sei moris hela ho hanoin primitivo ka hahii deit historia boot kona-ba civilisasaun ne’ebe hahu kedas hosi Egpto hosi tempo Faró sira nian ba too China, nebe sublinha deit avanso cultura civilizasaun. Maibe revolusaun industria iha Inglaterra ne’e hamoris fila-fali lia-fuan desenvolvimento no fo-hikas espírito foun ba ema idak-idak ho nasaun sira atu desenvolve sira nia a’an BA DALAN PROGRESSO.

Revolusaun industria ida ne’e hakfilak mundu hodi halo revolusaun iha seitor oin-oin moris nian, komessa hosi teknologia, ekonomia, kultura, hanoin polítika ho seluk tan. Hanesan haktuir tuir mai ne’e:

Starting in the latter part of the 18th century there began a transition in parts of Great Britain's previously manual labour and draft animal–based economy towards machine-based manufacturing. It started with the mechanization of the textile industries, the development of iron-making techniques and the increased use of refined coal. Trade expansion was enabled by the introduction of canals, improved roads and railways. The introduction of steam power fuelled primarily by coal, wider utilization of water wheels and powered machinery (mainly in textile manufacturing) underpinned the dramatic increases in production capacity. The development of all-metal machine tools in the first two decades of the 19th century facilitated the manufacture of more production machines for manufacturing in other industries. The effects spread throughout Western Europe and North America during the 19th century, eventually affecting most of the world. The impact of this change on society was enormous.[2]
Maibe estado de desenvolvimento so bele existe bainhira clima dame no hakmatek permanese. Situasaun dame ho trankuililo ne’e ema traduz nudar situasaun nebe demonstra paz (estabilidade) ho progresso.

Istória hatudu katak konflito nebe mossu iha Europa ho mundu por exemplo, funu boot mundu nian (Primeira ho Segunda Guerra Mundial), Guerra fria nebe fahe bloko capitalista ho bloko sosialista estraga e retarda progresso rai barak, liu-liu iha Europa. Nia efeito halai ba mundu tomak, liu-liu hamosu funu atu ukun-an hosi kolonialista sira depois de segunda Guerra Mundial. Konflito kria instabilidade, e ikus mai sai nudar barreira ba desenvolvimento.

Maibe, tanba hakfodak ho estragos ho instabilidade ne rasik, hafoin Segunda Guerra Mundial, estado sira iha mundu, liu-liu Europa ho America, hamosu hanoin oin-oin atu kria estabilidade iha mundu. Alem de hari Liga das Nasoens (league of Nations) nebe ikus mai transforma ba Nasoens Unidas (The United Nations), sira mos introduz pakote rekoperasaun liu hosi seitor ekonomia atu kria estabilidade e desenvolvimento. Hanesan exemplo, pakote ekonomiku ba rekoperasaun Europa tuir Plano Marshall (Marshall Plan), konsegue lori esperansa, rekonstrusaun, no tuir fali mai estabilidade. Ohin loron termu estabilidade sai nudar factor xave ba desenvolvimento no progresso nasaun barak iha mundo.

Timor Leste labele sai imúno ba klalaok mundo nian. Hafoin tinan 450 kolonizasaun Portuguesa, 25 anos okupasaun Indonesia no konflitu interno nebe classifika nudar guerra civil (1974-1975), ita libertasaun iha 1999. Iha tinan 6 dahuluk (1999 – 2006) hosi fase tranzisaun tama ba fase Independencia, ita la konsegue ses an hosi konflito ho instabilidade. Maski governo tempo neba esforsa an atu hahu desenvolvimento iha seitor oin-oin, sira la konsegue. Konflito iha 2006 mossu nudar klimax ba instabilidade prolongada ida, nebe mai hosi processo ida instavel, nebe karakteriza estadu ne’e nudar estadu ida kuaze paralizado, maski síniku barak iha mundu hanoin katak ita monu ba estadu failhado ona.

Felizmente, maski krise makaas, ho tulun paízes visinho sira nian ka komunidade internasional, ita nia estadu nia orgaun de soberania sira moris nafatin, maski ho susar. Desenvolvimento la lao, i tuir matenek nain sira, ita nia ekonomia nia kresimento monu ba negativo iha 2006.[3]
Kosekuensia ida ne’e halo ita hotu hanoin hikas fali,aproximasaun saida mak ita bele uza atu garante dezenvolvimento bele lao no iha sustentabilidade efektiva; katak, atu iha dezenvolvimento ita preciza estabilidade. Karik laiha Estabilidade sei laiha Desenvolvimento. Em balun mos katak nune “karik laiha desenvolvimento sei laiha estabilidade”.
Ne los duni tanba termus estabilidade ho desenvolvimento fila ba mai hanesan deit nudar manu-inan ho manu-tolun, ita lahatene ida nebe mak mossu uluk, maibe sira nain rua preciza malu pare bele hamosu progresso. Hau hakarak konvida ita atu hare buat ne hosi aspektu DESENVOVIMETNO uluk.

KONTEXTU ITA NIA RAIN

Iha kontexto Timor nian, desenvolvimento refere ba hadia saida mak aat sai diak, i hasai tiha sosiedade hosi mukit, terus no hamlaha.[4] Tanba ida ne’e hosi tinan 1999 to agora, governo sira buka oinsa elimina pobreza, estimula kresimento ekonómiku, no eleva vida ekonómika nasaun no Timor oan ida-idak nian. Desenvolvimento, iha kontextu ida ne’e, laos halo deit uma-foun, hadia estrada ka tau alkatraun ou taka koak, maibe tenki mossu ho konseito integradu.
[5] Desenvolvimento mossu tanba iha kontra-tese nebe naran sub-desenvolvido, refere ba sector hotu iha âmbito assunto ne’e nian rasik la hatudu progresso, maski esforso tomak halo atu bele hadia povu ho nasaun nia moris. Atu dehan katak desde ukun-an to agora, ita depende los ba minarai tanba rendimentu hosi sector non-migas (non-oil) kiik tebes-tebes. Orsamaento annual barak liu mai hosi rendimento minarai nian. Maioria (70%) de populasaun moris iha áreas rurais nudar agricultores, nebe sei pratika sistema agrícola sub-desenvolvido tebes (subsistence farming methods). Produsaun hosi agrícola uza ba deit konsumu domestiku, tanba ho método nebe tradisional tebes, la koresponde ba ekonomia merkado nian. Nune, produto rai-laran susar atu compete iha merkado mundu nian, enfrakece ita nia opurtunidade atu bele estimula aumento ba rendimento doméstico.

Iha areas urbanas, maioria de populasaun moris nudar funcionario públiku (civil ho militar) nebe depende tomak ba ossan estado nian. Iha sector privado, mossu kontraktor-kontraktor kiik ho sistema borongan nebe depende tomak ba projecto estadu nian i laiha capital atu bele desenvolve aan. Sira mos la barani investa capital rasik hodi fila-liman, além de laiha kapasidade, lakoi duni atu investa tanba tauk risko. Mentalidade business nune mak halo ita nia merkado la dun functional diak, mesmo que governo esforsa ona atu liberaliza merkado local no hamenus intervensaun iha área ida ne’e. Sektor privado nudar pilar importante iha ekonomia nasaun nian bele dehan paralizado.

Nune, tanba ita nia produsaun local kiik tebes-tebes, ró sira ne tama mai nakonu ho sasan (importasaun), fila mamuk tanba la lori ita-nia produtu sai (liah exportasaun), maibe lori deit ita nia ossan mak sai. Ekonomia ne’e sai estgante tiha tanba mákina eknomia rasik la funsiona.
Para além disso,ema barak mak sei moris ho menos de $1.00 (One Dollar) por dia. Iha kontaktor boot ema rai liu hotu deit. Nune ossan nebe sira hetan hosi projecto, lori hotu ba liur. Timor oan balun mak konsegue kaer ossan boot, maibe rai ka investa iha rai-liu mos ou gasta deit mak iha Bali hodi passa férias. Rendimento annual percapita, ema idak-idak nian la liu margem nebe Nasoens Unidas determina ona. Tanba ne’e mak maski ita riku, ema bolu ita, nasaun kiak liu iha mundo. Ossan nebe governo injeta ba iha areas rurais liu hosi programa pakote incentive pensaun nian, ikus mai fila hotu mai Dili tanba labele sirkula iha neba devido ba naun-andamento ekonomia eskala kiik.

Hamutuk ho komunidade internasional ita hahu ona plano desenvolvimento nasional atu bele trasa planu oin-sa ita hakat hosi fase sub-desenvolvido ba fase desenvolvido. Ita buka define áreas de prioridade, maibe hare ba hare mai, laiha area ida mak laos prioridade, tanba area hotu-hotu mesak prioridade deit. Iha sector saúde, ekonomia, komersio, tourismo, politika, social no mos área social seluk, sai hotu nudar prioridade.
Tanba ne’e, iha ami nia hanoin, ita preciza hare uluk mak oinsa responde ba necessidade básicas atu bele hakbiit sector sira ne rasik, no ao mesmo tempo, kria kondisoens para povu bele bok’an. Ideia principal maka hare uluk oinsa resolve problemas kurtu prazu nian.

SAIDA MAK HALO ONA
Iha tinan 2007, governo ida ne’e simu todan mai hosi governo ida uluk ho moras oin-oin. Além de problema seguransa, estagnasaun ekonomia no difikuldade atu bele eleva kresimento uma-kain idak-idak nian kontribui makaas ba destabilidade. Forsas policiais ho military nebe foun no la iha professionalismo suficiente estraga tiha nasaun nia imagem internasionalmente. Governo uluk hosik hela tragédia polítika militar boot ida ne’ebe resulta iha Timor oan balun lakon nia vida.
Infelizmente, tragédia ida ne’e mossu iha âmbito independencia nian. Governo ida ne’e hafoin elegido atu kaer no gere governo. Depois de tinan rua atu tama ba tinan tolu, ita hare governo ne’e nia plano atinge ona buat hirak tuir mai ne’e:

Primeiro Ano
Resolve krize Politiko-Militar;

Resolve Internally Displaced People - ADP;

Resolve Problema matebian major Alferedo ho nia grupo.

Segundo Ano
Komessa hare ba subsidiu ba veteranos, feto faluk no Terceira idade sira. Governo ida ne’e tenta atu hamossu programa atu bele salvaguarda estabilidade ekonomika.

Terceiro Ano

Iha tinan ida ne’e ba oin maka, ita espera atu reforsa desenvolvimento atu hadia ka kompleta tiha area oins-oin nebe ita iha ba. Infra-estrutura (estradas rurais, electricidade no be mós), krescimento ekonomiku, no capital humano (bolsas de estudos) sai nudar prioridade iha tinan 2009 ne’e.

Maibe, estabilidae kontinua sai nudar assunto ida nebe Timor oan ho Nasoens Unidas rasik sei preokupa hela. Mehi atu desenvolve ita nia rain sei hasoru desafio boot tanba ita iha hela estabilidade nebe nebe fragil tebes.

PRECIZA ESTABILIDADE

Estabilidade, konseito ida alargado nebe akomoda buat barak. Komessa hosi estabilidade rai-laran no oinsa ita hasoru ameasa ne’ebe mai hosi rai-liur hodi fo protesaun ba interesse boot (politika ho ekonomia) nasaun nian atu bele desenvolve vida nasaun nian.[6]
Objectivu estabilidade nian tenki lao tuir politika seguransa nasional tanba iha objectivo hodi kria ambiente ida nebe’e hakmatek no kondusivo hodi bele fo moris diak ba sidadaun tomak hodi sira bele buka servisu diak ba desenvolvimento nasaun nian.[7]
Ho situasaun ita nia nasaun nudar país kiik no kiak, Timor enfrenta problema estabilidade nebe cracterizado iha buat balun tuir mai ne’e:

- Nudar paíz pos-konflito, ital abele nega katak, mentalidade – laos kultura – kona-ba impaktu violensia mak ita enfrenta iha tinan hirak liu ba, kontinua influencia ita nia hahalok, klalaok, hanoin no maneira ita moris iha sosiedade. Atitude social nebe ho tendensia ba violensia sei lakon maibe laos lalais;

- Ita nia estrutura social nebe forma ho estrutura politika nebe harii hodi enfrenta kolonialismo iha tinan kotuk liu ba, kontinua existe. Maske ho forma oin-seluk, sira kontinua existe ho karakteristikus resistensia nian, e laos facil atu muda iha deit tinan balun depois da independencia;

- Ema barak mak terus no mate, no sira nia familia lakon iha tempo da resistensia. Memoria uluk nian kontinua moris. Estado foun iha indepencia nian tenke mos hare problemas uluk ho serio (kazu veteranus, idosos ho sst), tanba iha potensia atu sai fali factor destrutivo se la kaer didiak;

- Ita nia rendimento ekonomiko sei kiik, i dependen barak liu ba mina, enkuanto seitor seluk seidauk desenvolve no atu bele contribui makaas ba rendimento nasaun nian;

- Ema barak sei kiak, servisu laiha – no rendimento sustentavel laiha;

- Ho programa desenvolvimento nebe foin mak atu bele estabelece, ita enfrenta oinsa fahe rekursus nebe mak lolos ba sosiedade tomak;

- Iha ambiente independencia nian, ita nia politiku sira nebe uluk mesak aktivista deit, susar atu hosik kaarakteristiika aktivista iha ambiente ukun-aan nian. Politika ho karakteristika aktivista nian, maski la relevante ona ho period pós independencia, sei kontinua uza no facil tebes hodi insita emosaun militants sira nian;

- Nudar paíz kiik, ita nia seguransa sei fraku. Konflitos sosiais nebe mossu iha rai-laran liu tiha fali kapacidade pessoal seguransa nian atu bele resolve (Numero Polisia kiik liu fali numero membros arte-marsiais nian);

- Problema professionalismo forsa seguransa nian mos sei questionado hela!

- Nudar mos paíz kiik nebe seguransa maritime no aéreo sei fraku, konvida ema-liur atu halo trans-nacional crime (tráfiku de droga ho ema, money laundering, etc).
Atu hare buat sira iha leten, it abele dehan, preciza aproximasaun ida integradu ho ekilibradu. Integradu katak ita preciza hare sector hotu-hotu nebe iha potensia atu destabiliza hanesan faktos nebe relasionados, no solusaun tenki buka ho aproximasaun komprensivo no hamutuk. Ekilibradu katak ita tenki trata sector sira ne’e hanesan no tau sira hotu-hotu hanesan prioridade no laos atu fo atensaun deit ba sector ida ka balun, no haluhan tiha sira seluk.

Tanba ne’e establidade, laos ona kategorizadu nudar pakote seguransa em termus reais (military ho policial) deit maibe abrange mos ba estabilidade social humanu. Iha aspektu military ho policial, ita preciza halo reforma, no sentido de ajusta no kompleta estrutura nebe mak iha too oras ne’e, nebe la adekuadu hodi hadia institusoens polisia no militar iha kontextu organizasaun, formasaun no professionalismo. Formasaun ne importante para siar bele hadia aan, no akompanha desenvolvimento seguransa mundial. La preciza halo reforma tuir definisaun termo ne rasik indika, tanba ita foin mak hahu i seidauk bele reforma iha sentido ninian lolos. Ita so bele halo ajustamento no completa buat nebe seidauk iha.

Iha aspektu estabilidade social humana, ita preciza hadia ita nia ekonomia (eleva produsaun, muda hosi sistema subsistence farming ba fase industrial), hadia moris ema idak-idak nian, isin-diak, fasilita acesso ba justisa no hadia ekonomia atu bele eleva rendimento perkapita no moris-diak uma-kain nian. Ita mos preciza hadia services delivery iha parte governo nian para bele garante acesso abrangido publiku nian ba atendimento estado nian no fo remunerasaun adekuadu tuir kualifikasaun tuir kualifikasaun ema idak-idak nian.
Tanba ne’e estabilidade abrange ba aspektu fundamental hotu nebe luan atu defende interesse nasional estado nian. Tuir artigo 6 Konstituisaun da Repúblika objektivu fundamental estadu nian nebe hakerek iha Artigu 6 Konstituisaun da Republika, atu:

a) Garante nasaun nia soberania;

b) Garante no promove sidadaun nia liberdade fundamental, no respeito ba estado nia princípio kona-ba direito demokrátiku;

c) Defende no garante demokrasia politika no partisipasaun populasaun nian kona-ba rezolusaun problema nasional sira;

d) Garante desenvolvimento ekenomia, ba progresso siénsia no téknika;

e) Harii sosiedade ida ne’ebe hatuur iha justisa social, hodi hakiak sidadaun sira nia moris diak hosi aspetu físiku ka espiritualmente;

f) Proteje didiak meiu-ambiente no bali nafatin riku-soin rai nian;

g) Hakatak no haloko povu Timor Oan nia personalidade no nia kutura;

h) Harii no haburas relasaun diak no kooperasaun entre povu no estado;

i) Promove desenvolvimento ida nebe’e iha relasaun ho sector hotu’hotu no regiaun sira, no mos fahe lolos produto nasional nian;

j) Hamoris, promove no grante biban no let nebe hanesanba ema feto no mane.

LIAN IKUS

Atu hametin estabilidade, ita preciza hametin seguransa nasional basei ba valores nebe ita hahi, buka dalan atu prevene duke kura, barani hasoru risku, fiar iha aproximasaun multidimensional, parseria, integradu, flexible no kontinua investe hodi aprende hametin ita nia system aseguransa.

Timor, ita bele dehan, laiha ameasa externa nebe signifikativo. Maibe krime transnasional (tráfiku de droga ho ema, money laundering, etc) kontinua ameasa ita.

Ameasa interna (rai-laran), mak makaas tebes. Ita hare, deposi de ukun aan, mossu krize 4 de Dezembro, konflitu arte-marsiain, lorosae-loromonu, krize politiku-militar iha 2006 no atentado 11 de Fevereiro 2008. Orgauns estado nian nebe sei foun no seidauk forte, sistema justisa nebe seidauk adekuadu, ho ema barak sei moris mukit, ho autores politikus nebe seidauk iha esperiencia gere nasaun, mos sai nudar problema ba ita. Ita nia ekonomia sei fraku n populasaun barak ba bebeik.

Ameasas de Dezastre Natural, ameasas ba Saúde, governasaun sei nurak, politika ekonomia ida nebe seidauk sustentavel, forsas da seguransa nebe sei nurak mos sai nudar faktores nebe mak kontinua serve nudar ameasa interna.

Atu bele tau matan ba estabilidade, preciza politika seguransa integradu nebe involve Timor oan hotu. Laos deit militar ho polisia mak tenki servisu atu mantein lei ho ordem. Tanba estabilidade exige mos estabilidade ekonomika, saudae diak, justisa diak no income nebe sustentavel atu ema moris diak. Estabilidade implika mos kriasaun de kampo de trabalho, ema hotu hetan edukasaun diak, isin-diak no moris iha dame nian laran.

Tanba ne’e desenvolvimento so bele lao diak bainhira iha estabilidade. Ho dalen seluk, etablilidade mak sai duni matadalan ba desenvolvimento. Se laiha desenvolvimento laiha mos estabilidade.

Ita hotu nia mehi mak ida temi iha leten, e ita fiar governo ida ne’e lao hela dadaun ho programa nebe nia plataforma, mais ou menos, refleta iha intervensaun ida ne’e.
.
Obrigado.
.
[1] Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Industrial_Revolution
[2] Ibid.
[3] Monitoring the Principles of Good International Engagement in Fragile State and Situations 1st Consultative Meeting. Emília Pires, Minister of Finance, 2nd March 2009 - MoF Conference Room.

[4] Hanoin klean ba assunto ida ne’e refleta iha partido barak nia programa no aktividade iha Timor depois da Independencia. Iha Partido CNRT nia slogan hanoin ne’e refleta iha slogan: “Libertada a Pátria, Lebertemos o Povu”. (Source: Estatuto Partido CNRT).
[5] Timor-Leste, Plano de Desenvolvimento Nacional
[6] Por Ezemplo konsulta Shaun P. Young, Political Stability and The Need for Moral Affirmation http://www.ul.ie/~philos/vol4/rawls.html.
[7] Konsulta Esbosso, Politika Seguransa Nasional (Seidauk Publicado).
publicada por FORUM HAKSESUK @ 6:32 AM e-mail: fhaksesuk@gmail.com

JOSE LUIS GUTERRES PRESTA DEKLARASAUN IHA TRIBUNAL DISTRITAL DILI

Domingo, 17 de Abril de 2011

JOSE LUIS GUTERRES PRESTA DEKLARASAUN IHA TRIBUNAL DISTRITAL DILI

Foruk Haksesuk

Introdusaun
11 Abril, Jose Luis Guterres, ba Tribunal Distrital Dili, hodi hatan akusasoens nebe Ministerio Publiko foti ho alegasaun “korupsaun“ ka “abuzo poder” hodi foti nia kaben sai funsionario iha Nova York ba missaun diplomatika Timor Leste nian. Predisaun ba sentensa husi koletivo juizes sira maka:

1. Kondena Jose Luis Guterres tuir Prokuradora nia hakarak, nune kamaradas adversarios politicos sira husi Grupo Maputo kontente, ou:

2. Desisaun foti dehan katak Jose Luis, inosente, prosessu foti nia kaben ba konselheira missaun diplomatica no transferensia fundos, la viola lei, no tuir duni prosedimento legal vigente;

3. Se scenario ponto 2, maka akontese, oin sa los kredibilidade Dra. Ana Pessoa nian, hanesan responsavel ba “defeza lei no honra ba aparelho Estado”?

Hakerek nain, buka rekonstroe fragmentos pensamentos no objetivos politicos liu husi metodo “inferensia“ atu buka hatene, razoens no objetivos politicos husi adversarios, nebe desenha planos, hodi impede Jose Luis nia kareira politica, tanba adversarios sira, sente katak Jose Luis Guterres sai “amesa“ bot, ba sira nia interresses politicos, ba presente no future.
Nune, buka tentativas oi-oin hodi “des-acredita” Jose Luis iha palko politico Timor Leste. Dalan ida mais fasil, maka lori akuzasoens hodi ba julgamento iha Tribunal.

Dados Crnonologicos
1. Jose Luis la halo parte, Grupo Maputo embora mos hela iha Maputo ho Mari Alkatiri + Ana Pessoa, Madalena, Estanislau ho nia kaben (temporada ida) no seluk-seluk tan.
2. Congresso 2006, Jose Luis halo Parte ho Grupo FRETILIN Mudansa, hodi kritika no la simu metodo eleisaun ”foti lima iha GMT” alem de la simu metodo liderasa Mari Alkatiri nakuno ho “autoritarismo no nepotismo”;

3. Eleisaun Legislativa Junho 2007, Jose Luis + Vitor + Bocy + Egidio + Teme sai oradores kamapnha ho Xanana, liu husi CNRT;

4. Resultado eleisaun FRETILIN hetan 21 kadeiras, CNRT 18. Xanana nia karisma, kapta simpatia husi lideransa PD + ASDT + PSD forma AMP. Iha governo AMP Grupo FM mos hetan benefisio ho fatin 5 iha Parlamento, governo fatin 6. Jose Luis Guterres segundo homem governo, okupa posisaun Vice-Primeiro Ministro.

5. Ho derrota eleitoral Legislativa nebe Mari ho nia amigos + amigas lakon posisaun furak + privilegiada + konfortavel + hetan ossan barak no sst; derepente lakon, nia kosekuensia maka: frustrasaun, deskontentamento, raiva, rancor no vingansa, maka nakuno iha sira nia kakutak no hanoin. Nune, buka dalan mais apropriado atu “deskarega vingansa” tanba kamarada Jose Luis hetan fatin ida previligiada ho kargo “Vice-Primeiro Ministro”.

6. Abril 2008 Estanislau ho Ana Pessoa liu husi Bankada FRETILIN levanta kestaun iha Plenaria Parlamento Nasional, hodi hatama keixa ba PDHJ.

7. PDHJ por sua vez halo estudo, no investigasaun, encaminha ba Prokudaria da Republika.

8. Marsu 27 2009, Ana Pessoa simu posse hanesan Prokuradora da Republika. Simu tiha cargo, buka dalan ida nebe diak liu, atu hatun Jose Luis Guterres. Nune, 30 Agosto 2010 Ana Pessoa hanesan Presidente Prokuradoria da Republika husu ba Primeiro Ministro, liu husi carta ida, atu hasai “imunidade” ba Jose Luis Guterres nia kargo hanesan Vice Primeiro Ministro, hodi hatan ba Tribunal Distrital Dili kona ba alegasaun Korupsaun nian.

9. Primeiro Ministro encaminha processo ba Parlamento Nasional hodi diskuti kestaun hasai imunidade. Dia 10 Marsu Komissaun E Parlamento Nasional “invalida” pedido Presidente Procuradora da Republika. Nune desisaun nebe foti maka: “imunidade hasai bainhira Tribunal deside katak iha evidensias prova katak, Jose Luis halo duni pratika korupsaun”.

10. Seguimento prosesu, 11 Abril Jose Luis Guterres ba Tribunal Distrital Dili hatan alegasaun ba korupsaun. Processo hearing kontinua ba dia 14 Abril. Joao Camara mos fo sasin iha Tribunal, tanba iha biban neba hanesan Sec. Geral Ministerio Negosios Estrangeiros.
Kasu estranho Ministerio Publiko la temi naran Adalziza Magno, ex Vice Ministra Negocios Estrangeiros, nebe envolve diretamente ba nomeasaun Sra. Ana Valeri ba kargo missaun diplomatic iha New York.
Interpretasaun modus operandi samples perseguisaun
Kolekta, organiza, interpreta data liu husi, analise no examinasaun ida klean , husi data samples, numero 1 to 10, korelasaun variables sira nian indikadores transmite mai ita maka saida?
1. Indikador ida maka, ita hotu hare mo-mos maka perseguisaun no vingansa politica husi Kamaradas Grupo Maputo ba Jose Luis Guterres tanba derrotas politicas sofridas iha 2007; i

2. Taka dalan Jose Luis Guterres atu compete eleisaun Presidensial 2012; tanba FM ho CNRT kandidata JLG. CNRT ho 18 kadeiras ho votos 100 175 (CNE 2007) iha chance bot atu manang corrida ba Presidente da Republika. Uma vez JLG sai Presidente da Republica Dra. Ana Pessoa “despede ona” Presidente Ministerio Publico hanesan mos Kamaradas sira husi CCF balu atu hetan fatin iha oragaun soberano difisil uit-oan.

Resultado desisaun Tribunal
Hanesan temi tiha ona iha leten iha scenario rua: (ida) JLG sala, hasai imunidade, hetan pena prisaun. Nune Dra. Ana kontente no Kamaradas sira fanaticos ba Grupo Maputo halo festa bot iha Kamarada Mari nia uma, ou CCF, hodi festeza.

Por azar ka sorte desisaun husi Tribunal dehan katak JLG “la-iha salah” ka inosente” ba akuzasaun husi Ministerio Publiko. Saida maka sei akontese ba Dra. Ana Pessoa Pinto? Reasaun publika ba Dra. Pessoa nia perseguisaun politica ba adversarios politicos oin sa?
Tuir hakerek nain nia predisaun reasaun oi-oin sei mossu, mais importante maka:

1. Palarmento Nasional husi Bankada AMP exige atu Dra. Pessoa resigna emediatamente husi kargo Procuradora da Republika;
2. Demonstrasaun ki'ik ruma mossu atu soporta demissaun Dra Ana Pessoa lalais;
3. Timor oan hotu, anti-patiko ba Grupo Maputo nebe halo politica foer, hodi defende deit sira nia interresses politicos;
4. Dra. Ana Pessoa abuza poder, koloka interesses Partidario as liu do ke interesse publiko;
5. Impacto bot ba Grupo Maputo iha FRETILIN nia mahon, iha kampanha eleitora Legislativa ba eleisaun 2012;
6. Dra. Ana Pessoa mos loron ida sai hanesan JLG ba respode fali iha Tribunal Distrital Dili, kona ba asaun sira abuzo poderes hanesan Ministra Estatal, iha biban neba, komete iregularidades bot kona ba (i) halo kartaun eleitoral iha 2006 ho montante $ 1,113mil, liu deit husi single source ba companhia VIP. (ii) sosa geradores unidade ida ho folin US $3,200 iha Surabaya; enkuanto iha Dili kada unidade ho folin US $ 800.00. Kompanhia Digital Printer maka hetan konfiansa sosa geradores sira.
Ho diferensas presu $ 2,400.00 indika, ema ruma hetan lukro bot husi kompra geradores. Hau iha serteza maxima Dra. Ana Pessoa loron ida ba Tribunal atu hatan.
7. Sentensa husi koletivos juizes kontraria expetatita Ministerio Publiko nia akazasaun no sai “a favor” ba Jose Luis nia inosensia, entaun, kapasidade no kredibilidade Dra. Ana Pessoa nian “monu” totalmente.

Lisaun balu ita foti
1a. Lisaun
Kasu JLG nia ba Tribunal, hatudo katak, sidadaun hotu-hotu “hakruk ba lei” la importa nia posisaun iha orgaun do Estado.

Hau kongratula Dra. Ana Pessoa, hahu prosesa ba kasus “korupsaun” liu-liu hasoru ba entidades nebe okupa kargo relevante iha Governo. Ida ne, hatudo koerensia no komitemento atu implementa lei ba kasus krimes.

Dra. Ana Pessoa hetan kredit poin as liu, bainhira Tribunal sekunda no fo legalidade ba akuzasaun hasoru JLG.

Por ventura akuzasaun ne, la rasional + logico no la hetan fundamento legal de modo Koletivo Juizes sira “repudia” Ministerio Publiko nia akuzasaun, entaun, Dra. Ana Pessoa tau iha “risko” orgaun Justisa nia “neutralidade + imparsialidade”. Kestaun ida ne, seria tenki kombate lalais. Se lae sai “virus botHodi hamate justisa iha nasaun Timor Leste

Akontesimento ida ne, hanesan exersicio ida, valorozo tebe-tebes atu Timor oan sira aprende sai kautelozo, prudente, imparsial, hodi labele “kahur” intereses partidarios no ideologicos ho Nasaun nian.

2a. Lisaun
Figuras ilustres sira iha nasaun ne'e, hanesan Presidente da Republika, Primeiro Ministro, nebe iha kbiit atu “hili ka rekomenda“ figuras sira tur iha orgaun soberano nian, tenki fihir di-diak, ema ne'e, nia “integridade”. La'os hili amigos (as) atu buka defende ka protégé interresses politicos grupo nian. Good governance means good people with great talents and competencies“ (Goh Chok Tong 1997).

Timor Leste integra ona iha era globalizasaun no tama ona iha advance modern Information Technology . Ema barak maka iha asesu loro-loron ba informasaun husi satellite hanesan: CNN, BBC, ABC, Sky News, Fox News, Aljazeerah News, Bloomberg etc. alem informasaun husi parabola Indonesia nian.

Aspeto formasaun professional no akademica, formados barak ona, barak ho Phd, barak ho maestrado no lisensiado rihun-ba rihun. Formados husi Australia, Amerika, UK, Japao, New Zeland, Portugal, Indonesia, barak naka-lekar oras nee, iha solo Timor Leste, kompara ho tinan sanulo ka lima ba kotuk. 

Familia hotu-hotu iha preokupasaun bot hakarak oan hetan “matenek” . International school (Pantai Kelapa) nebe selu karu, Timor nian oan mos ba aprende nee husi Pre-school to Primary School.

Ba senhores sira veteranos 1975, nebe uluk imi deit maka iha possibilidade tama Liceu ka hasai Segundo Ciclo hodi hatene koalia lian Portugues no Ingles. Eskola iha tempo Portugues limitado tebe-tebes no Povo nia oan sira iha difikuldade finanseira bot atu hetan assesu ba ensino sekundario iha Dili.

Keta hanoin katak Povo nia oan nia matenek sei “estagnado” hanesan 1975 hodi ita bot sira “under-estimate” kapasidade gerasaun foun.

Dalan diak liu, maka “mutual engagement“ atu kompleta malu hodi fo kontribuisaun ida significante atu hari infra-estruturas democraticas-economicas, social no politica ba prosperiedade nasaun ba futuro.

Konkluzaun
Kasu JLG ba Tribunal hodi hatan alegasaun, sai hanesan “precedent preciosa“ atu ita hotu-hotu loke “matan no neon” hodi aprende. Shakespeare iha altura ida dehan “the intelligent person, is the one that learns from his (her) mistakes” conversely, mediocre mind are the one that continuously repeating the same mistakes” no Mahatma Ghandi mos dehan tan nune: “evolution always experimental, and all progress is possible only through mistakes”.

)* Husi: Vicente Maubocy

Politika Kamarua

Thursday, 3 February 2011

Politika Kamarua


*Anacleto C. Ribeiro
Vila-Verde, Dili
Liafuan kamarua signifika ema neebe iha feen ka laen rua ka liu tan. Ba ema nebee halo kamarua nee, iha ida deit seidauk too no sei hakarak tan seluk. Ohin loron iha ema barak mak hatudu hahalok ka iha mentalidade kamarua nee liuliu iha ita nia moris politika. Karik lider politiku sira mak hanorin nia eleitor sira atu halo politika kamarua nee?

Besik ona eleisaun partidu idadak hahuu halo preparasaun no hatudu aan liu hosi halo konsolidasaun iha baze. Iha biban ida nee maka membru ka lider balu hosi partidu ida nakfilak aan ka haksoit hosi sira nia partidu ba fali partidu seluk. Hosi Fretilin ba PD, hosi PD ba PSD, hosi PUN ba CNRT, sst. Toba iha kama ida deit la puas no hakarak toba tan iha kama ida seluk. Nee mak lalaok politika kamarua.

Hahalok kamarua nee mosu tanba hakarak halo mudansa. Mudansa hotu-hotu iha nia razaun atu bele hadia ita nia moris demokrasia. Maibe ita mos tenke tau matan no estuda didiak razaun ba mudansa hirak nee atu labele monu ba rai kuak. Eleitor sira dehan sira sai hosi sira nia partidu tanba deit sira nia lideransa iha partidu ladiak. Hahalok hanesan nee fanu lider partidu sira atu halo reflesaun konaba sira nia lideransa. Karik tanba sira mos pratika kamarua iha sira nia moris?

Nee laos buat foun ida. Iha tempu sira liu ba mos pratika kamarua nee mosu ona. Ita hanoin fali bainhira membru balu hosi partidu istoriku Fretilin nia laran nakfahek aan ba rua hodi hanaran a’an Fretilin Mudansa. Buat sira nee mosu tanba lider sira mak laiha kbiit atu hametin kultura politika no konsolida a’an iha partidu laran. Iha mos lider partidu politiku balu hafoin hetan pozisaun iha Parlamentu ka Governu, ikus mai fila a’an tiha partidu seluk . Ida nee mos hahalok kamarua.

Eleitor sira muda sira hahalok tanba sira iha ezizensia boot ba lider politika sira atu halo mudansa ba sira nia moris. Nudar povu neebe foin sai hosi terus neebe naruk, ezizensia hanesan nee normal. Povu hakarak halo mudansa lalais tanba sira sente moris terus kleur los ona. Needuni maka se uluk sira ba tu’u ba partidu X maibe laiha mudansa, maka agora diak liu tu’u fali partidu Y. Timor Leste nudar nasaun foun neebe foin aprende demokrasia ezizensia hanesan nee buat ida normal. Maibe, bele la normal sekarik mudansa nee laiha razaun nebee forte.

Kultura Timoroan nian hanorin ita atu hahii ka respeita ita nia nai ulun sira ka sira neebe boot. Beialan sira hanorin katak ita ema nia liman fuan lahanesan, iha balu naruk no balu badak. Needuni nudar ema ita mos iha balu boot no balu kiik, sira neebe kiik tenke respeita sira neebe boot. Iha pratika ita sempre rona espresaun hanesan “Maun Boot, Maun Abut, Katuas, etc. Needuni, bainhira Maun Boot dehan alin sira tenke halo tuir. Bainhira Katuas Boot dehan tun, hotu-hotu tun. Dehan sa’e hotu-hotu sa’e. Ida nee valor kultural neebe orienta ita nia hahalok iha moris sosial nian.

Hakruk no halo tuir Maun Boot sira nee diak maibe povu mos tenke kuidadu tanba iha mos Maun Boot no Maun Abut balu mos iha mentalidade kamarua. Lider hosi partidu politiku balu mos gosta haksoit tun sa’e. Toba iha kama ida la gostu, haksoit fali ba kama ida seluk. Needuni, mak ita labele hakfodak hare katak eleitor sira mos lakohi lakon ho sira nia lider sira. Sira banati tuir lolos deit saida mak sira hare sira nia Maun Boot sira halo. Ida nee mak iha Bahasa dehan:”guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Se Maun Boot deit bele halo, entaun ami bele halo liu tan! Se ita nia lider politika sira deit mos kamarua, sa tan ita nia povu? Sira halo tuir lisan tanba tauk hetan malisan.

Hahalok kamarua nee ladiak ba edukasaun politika ba Timoroan sira iha futuru. Ita nia lider politika sita tenke fo ezemplu diak iha vida politika atu nunee eleitor sira bele banati tuir. Eleitor sira tenke konsiente ho sira nia votus neebe sira fo ba partidu ida tanba sira rasik fiar katak Maun Boot ida iha partidu nee bele halo duni buat diak ruma ba sira nia moris. Povu lao’s hili tanba nia lider nee inus kain naruk, matan belanda, ain kleuk no gaul no sst.

Lider politiku sira mos labele kontete la’e ho mudansa hahalok lalais hosi eleitor sira nee. Keta halo, too tempu atu tu’u sira tu’u fali nia partidu ida uluk. Povu mos lao’s beik no taka matan ba saida akontese ona too ohin loron. Esperiensia iha tempu uluk hanorin ona povu atu hili partidu ida neebe mak sira fiar katak bele halo duni mudansa ba oin. Hanesan kaer kareta, lider nudar kondutor tenke baku mudansa ba oin la’os hakiduk fali ba kotuk.

Hahalok politika kamarua nee bele mos hamosu tensaun ka konflitu entre partidu sira. Ohin loron ita hare katak bainhira membru balu hosi partidu PSD deklara aan tama ba partidu PD, la kleur deit ita rona kedas partidu PSD deklara iha media katak membru hosi PD barak mak tama fali ba PSD. Hein katak ida nee laos politika balas dendam no labele sai hanesan toman aat ida iha ita nia moris demokrasia. Se hanesan nee beibeik, ita sei tata rai hotu.

Hahalok kamarua hirak nee maka dalabarak halo ema dehan politika nee foer. Se halo beibeik politika foer hanesan nee maka ita hahu daudaun hakiak sentimentu apatismu iha povu. Bainhira sentimentu nee boot ba beibeik maka povu sei la partisipa iha prosesu dezenvolvimentu demokrasia iha nasaun nurak nee. Sekarik nunee duni maka prosesu harii nasaun sei lahetan nia objetivu.

Keta hola ba lia, maibe lider politika Timoroan balu mak halo politika ho objetivu atu hetan deit orgasme politika no laiha konsiensia no responsabilidade moral atu fo edukasaun politika ba povu. Politika kamarua oras nee buras daudaun iha ita nia le’et. Lider politika Timoroan sira tenke hola responsabilidade atu eduka povu liu hosi sira hahalok diak alias la’os kamarua, atu nunee povu sira sei tau laran no fiar metin ba sira no sei tu’u nafatin sira iha eleisaun 2012.*